Selasa, 29 Maret 2011

23 Mei 1997 ( tragedi Jum'at Kelabu)

hari itu adalah hari paling indah didunia
hari itu adalah hari dimana saya lahir
hari dimana keluarga saya berbahagia..

tapi itu bukan hari bahagiaorang orang di Banjarmasin
karena disaat hari yang sama
terjadi sebuah pemberontakan dan tawuran
dimana sebuah gedung megah hangus terbakar karena anarkisme rakyat pemberontak



Inilah Kilas Balik Jumat Itu...


23 Mei 1997 usai salat Jumat, menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi rakyat Kalimantan Selatan, khususnya Kota Banjarmasin. Pada saat itu, 12 tahun yang lalu, merupakan hari terakhir kampanye Pemilu 1997, yang diikuti tiga kontestan --Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrasi Indonesia (PDI).
Putaran terakhir kampanye adalah Golkar yang dipusatkan di Banjarmasin, tepatnya di Lapangan Kamboja (eks kuburan Nasrani), Jalan H Anang Adenansi.
Belum lagi kampanye digelar, ba'da Jumat ratusan orang yang entah dari mana asalnya turun ke jalan menuju Lapangan Kamboja. Ratusan simpatisan Golkar yang telah bersiap mengikuti kampanye, berhamburan melihat kehadiran massa yang sepertinya tak bersahabat.
Dari situlah tragedi bermula dan terus meluas hingga memunculkan kesan terjadi kerusuhan berbau SARA. Bahkan seakan-akan ditujukan kepada etnis tertentu.
"Suasana sangat mengerikan. Massa bahkan mulai membawa senjata tajam seperti celurit dan parang," ujar Iin, Rabu (20/5). Iin merupakan anggota Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Hippindo yang membantu memadamkan kebakaran akibat aksi massa.
Pria berkacamata itu menuturkan, massa makin brutal. Penjarahan pertokoan kemudian diiringi pembakaran gedung, plasa, swalayan, tempat ibadah, bahkan merembet ke permukiman penduduk.
Selain itu, lebih 100 korban meninggal dunia. Sebagian besar terjebak dalam toko yang terbakar. Di samping itu, tercatat puluhan orang hilang tak jelas rimbanya hingga sekarang, apakah meninggal ataukah masih hidup.
(kk)
   
Objek yang Dibakar
-------------------
* Kantor DPD Golkar Kalsel    : Jl Lambung Mangkurat   
* Gereja HKBP                : Jl Pangeran Samudera
* Swalayan Sarikaya         : Jl RE Martadinata
* Banjarmasin Theatre         : Jl RE Martadinata
* Junjung Buih Plaza         : Jl Lambung Mangkurat
(sekarang Hotel Arum)   
* Mitra Plaza                : Jl Pangeran Antasari
* Permukiman penduduk        : Jl Kertak Baru

jadi kelahiran ku diikuti pemberontakan
tapi semua kenangan semoga menjadi kenangan saja
tak akan diungkit dan lain lain

semoga masyarakat melupakan semua itu dan mengambil sisi positifnya
yaitu : LAHIRNYA SEORANG ANAK LAKI LAKI YANG GANTENG hahaha

1 komentar:

yang komentaar ku doain sukses :p